Kamis, 07 Juli 2011

Apa Bener Gusi Berdarah Bikin Perempuan Susah Punya Anak ...???


img

Jakarta,Apakah anda tau Kesehatan rongga mulut bisa mempengaruhi tingkat kesuburan kaum perempuan. Menurut penelitian, perempuan yang sering mengalami gusi berdarah dan memiliki napas tak sedap butuh waktu lebih lama untuk punya anak, terhitung sejak menikah.

Gusi berdarah serta napas tak sedap merupakan gejala periodontal, yakni gangguan pada mulut yang dipicu oleh pembentukan plak atau karang gigi. Pada kondisi yang lebih parah, periodontal bisa menyebabkan gigi sensitif, berlubang dan bahkan mudah tanggal.

Menurut penelitian terbaru di University of Western Australia, perempuan dengan masalah periodontal butuh waktu 2 bulan lebih lama untuk bisa hamil. Perempuan yang mulutnya sehat rata-rata cuma butuh 5
bulan sejak menikah, sedangkan jika ada masalah periodontal butuh waktu hingga 7 bulan.

Belum diketahui pasti bagaimana kesehatan mulut dan gigi bisa mempengaruhi kesuburan pada perempuan. Namun diduga, gusi yang bermasalah dapat melepaskan senyawa pemicu radang yang akan terbawa aliran darah menuju organ reproduksi sehingga sel telur lebih sulit dibuahi.

"Perempuan perlu diarahkan untuk memeriksakan diri ke dokter gigi jika merasa sulit punya anak. Masalah di gusi harus diatasi dulu jika ingin hamil," ungkap Prof Roger Hart yang melakukan penelitian tersebut, seperti dikutip dari Dailymail, Rabu (6/7/2011).

Dalam penelitian ini, Prof Hart melibatkan tak kurang dari 4.000 ibu hamil dengan usia kandungan rata-rata 12 pekan. Dari seluruh paritipan yang dilibatkan, 26 persen memiliki masalah periodontal dengan gejala paling banyak adalah gusi berdarah.

Sementara dalam penelitian lain, gusi berdarah pada ibu hamil juga bisa meningkatkan risiko kelahiran prematur hingga 3 kali lipat. Penelitian ini dipresentasikan dalam pertamuan tahunan American Association for Dental Research awal tahun 2010.

Gusi berdarah maupuan gangguan periodontal lainnya juga bisa membahayakan kesehatan secara keseluruhan. Diperkirakan, 700 jenis bakteri bisa masuk ke aliran darah melalui luka di gusi dan akan menimbulkan infeksi lain jika terbawa oleh aliran darah ke seluruh tubuh.

detik
(up/ir)

Rabu, 06 Juli 2011

Apa Benar Indonesia Segera Jadi Pusat Halal Dunia ..???

Indonesia Segera Jadi Pusat Halal Dunia
Foto: dev/detikFood
Jakarta - Apakah anda tau Akhir bulan Juni lalu, Menko Perekonomian mendeklarasikan Indonesia sebagai pusat halal dunia. Pernyataan tersebut juga didukung oleh sejumlah aksi dan dukungan pemerintah terhadap pengusaha halal di Indonesia.

Halal kini tak lagi dipandang sebelah mata, sebab produk halal sudah mendapat tempat tersendiri di pasar global. Oleh karena itu, tak hanya negara-negara mayoritas muslim yang serius menggarap pasar halal. Menyikapi hal tersebut Indonesia dengan mayoritas penduduk muslim tentunya dianggap memiliki potensi yang sangat besar dalam mengembangkan produk halal.

Hatta Rajasa selaku Menko Perekonomian juga menyatakan dukungan penuh kepada LPPOM MUI guna mewujudkan Indonesia sebagai pusat halal dunia (World Halal Centre). Menurutnya Indonesia sudah
sepantasnya menjadi pusat halal dunia. Selain memiliki mayoritas penduduk terbesar di dunia, sertifikasi halal Indonesia yang telah diakui dunia menjadi nilai tambah yang penting. Apalagi di tahun ini pula Indonesia terpilih menjadi sekretariat World Halal Food Council.

Untuk menjadi pusat halal dunia memang dibutuhkan dukungan tidak hanya dari pemerintah dan LPPOM MUI, melainkan juga dari masyarakat dan para pelaku bisnis. Menyikapi hal ini, Hatta beranggapan bahwa peran pelaku bisnis kecil dan menengah sangatlah penting. Dan halal bahkan bisa menjadi nilai tambah bagi perusahaan-perusahaan kecil dan menengah tersebut dalam melebarkan usahanya.

Hal tersebut dikarenakan karena halal bukanlah mencakup unsur-unsur Islami semata. Dalam halal juga banyak aspek penting seperti kehigenisan dan keamanan suatu produk untuk dikonsumsi. Sehingga halal bukan hanya menarik bagi konsumen muslim, melainkan juga bagi konsmen non muslim lainnya di seluruh dunia.

Dalam mewujudkan Indonesia sebagai pusat halal dunia, dalam RUU JPH yang tengah diajukan didalamnya juga terdapat usulan agar pengusaha kecil dan menengah nantinya akan dibebaskan dari pembiayaan sertifikasi halal. Yang nantinya biaya tersebut akan menjadi tanggung jawab dari pemerintah.

Hatta pun mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung LPPOM MUI guna mewujudkan Indonesia sebagai pusat halal dunia. Sebab tanpa dukungan masyarakat luas dan pengusaha baik kecil, menengah, dan besar maka harapan tersebut akan lebih cepat terwujud.


(dev/Odi)

EmMmm Apa Benar Gaya Bercinta Manusia Banyak Terinspirasi dari Binatang ..???


img
(Foto: thinkstock)



Jakarta, Agar hubungan intim dengan pasangan terus bergairah, para pakar seks sering menyarankan untuk tidak ragu mencoba gaya baru. Gaya bercinta manusia yang banyak dilakukan pasangan ternyata menurut pakar seks banyak terinspirasi dari binatang.

Sepanjang dilakukan dengan sehat dan bertanggungjawab gaya bercinta yang terinspirasi dari hewan ini bisa menghindari pasangan dari kebosanan saat melakukan ritual hubungan intim.

Berikut beberapa posisi hubungan seks yang dilakukan oleh manusia yang terinspirasi dari beberapa binatang seperti dikutip dari Indiatoday, Rabu (6/7/2011) yaitu:

Posisi kelinci melompat
Dikatakan posisi kelinci melompat karena saat bercinta satu dalam posisi terlentang dan satunya berada di atasnya dalam posisi jongkok dengan kaki melebar. Dengan punggung yang tetap lurus sehingga posisi berada pada sudut 90 derajat dengan pasangan dan yang penting menjaga kseimbangan dengan tangan.

Posisi doggy style
Dikatakan posisi doggy style karena si laki-laki melakukan hubungan seksual dari arah belakang perempuan, posisi ini mirip dengan cara anjing jantan menggauli betinanya. Dalam istilah kedokteran seksual disebut Rear-Entry Position. Posisi ini cocok untuk ibu hamil.

Posisi kupu-kupu
Dikatakan posisi kupu-kupu karena si laki-laki berdiri tegak dan perempuan berbaring terlentang di tepi ranjang. Posisi kaki perempuan akan melingkar ke belakang bagian pinggang atau paha pasangan. Tangan si pria akan memegang bagian pinggang perempuan untuk menjaga keseimbangan dan mengatur ritme penetrasi, sementara posisi tumit kaki perempuan akan melingkar ke belakang tubuh pasangan. Posisi ini terlihat seperti kupu-kupu jika dilihat dari atas.

Posisi kepiting
Dikatakan posisi kepiting karena ini laki-laki dan perempuan berbaring secara berhadapan. Laki-laki akan melakukan penetrasi diantara kaki perempuan, sedangkan salah satu kaki perempuan akan melintang melewati salah satu paha pasangan. Posisi ini memungkinkan laki-laki melakukan penetrasi mendalam dan rangsangan lebih pada klitoris.

Posisi kura-kura
Dikatakan posisi kura-kura karena perempuan berbaring tengkurap di atas tempat tidur dan pria mengangkang dari belakang. Perempuan akan merasakan tekanan berat badan pada bokong dan pinggul, karenanya ia harus berpegang pada sesuatu. Kaki tetap lurus sehingga ketika pasangan memasuki dari belakang, perempuan akan merasa terangsang.

Posisi ekor burung unta
Dikatakan posisi ekor burung unta karena perempuan berbaring terlentang dan pasangan berlutut dihadapannya. Perempuan akan mengangkat kaki dan bokong (seperti akan berdiri dengan kepala) dan menggunakan lengan untuk mendukung tubuh.

Melakukan hubungan seks yang variatif selain mengusir kebosanan bisa bermanfaat bagi kesehatan seperti membantu membakar kalori, mengurangi rasa nyeri, depresi dan ketakutan karena dilepaskannya beberapa hormon, meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta memperpanjang usia.

detik
(ver/ir)

Wahhh... Polusi Udara Tak Cuma Ancam Pernapasan Tapi Bisa Rusak Otak Apa Benar


img
(Foto: thinkstock)



Ohio, Tak hanya dapat membahayakan saluran pernapasan, studi baru menemukan bahwa paparan polusi udara jangka panjang juga dapat menyebabkan perubahan fisik di otak, yang akhirnya menimbulkan masalah pada kemampuan belajar dan memori.

Studi tersebut juga menemukan adanya hubungan antara polusi udara dan tingkat depresi yang lebih tinggi dan kecemasan.

Peneliti menemukan daerah hippocampus otak yang terpapar polusi jangka panjang akan mengalami pengurangan kompleksitas sel, yaitu perubahan yang telah dihubungkan pada penurunan kemampuan belajar dan kemampuan memori.

"Hasil penelitian menunjukkan paparan udara tercemar bisa memperlihatkan efek negatif pada otak, yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan," kata Laura Fonken dari Ohio State University, seperti dilansir Livescience, Rabu (6/7/2011).

Menurutnya, hasil ini bisa memiliki implikasi penting dan mengganggu bagi orang yang tinggal dan bekerja di daerah perkotaan dengan udara tercemar di seluruh dunia.

Meski studi yang telah dipublikasikan dalam jurnal Molecular Psychiatry ini dilakukan pada tikus, tapi peneliti mengatakan ini memiliki efek yang sama pada manusia.

Dalam studi, tikus diberi udara yang disaring dan udara tercemar polusi selama enam jam sehari, lima hari seminggu selama 10 bulan, yang hampir setengah dari rentang hidup tikus. Udara tercemar mengandung partikel halus seperti yang dibuat oleh mobil dan pabrik.

Menurut Department of Neuroscience, Ohio State University, konsentrasi partikel yang dihirup tikus setara dengan apa yang orang hirup di beberapa daerah perkotaan tercemar.

Setelah 10 bulan studi, tikus menjalani beberapa tes perilaku. Semua tikus dilatih untuk mencari lubang selama lima hari, namun tikus yang menghirup udara tercemar membutuhkan waktu lebih lama untuk belajar di mana lubang itu berada dan kurang dapat mengingat di mana ia saat diuji.

Dalam eksperimen lain, tikus yang terpapar udara tercemar juga menunjukkan tingkat depresi yang lebih tinggi dibandingkan tikus yang menghirup udara yang disaring.

sumber (detik/mer/ir)

Apakah agama bisa membuktikan kebenaran evolusi?

         Ini adalah pertanyaan besar dalam 150 tahun terakhir, apakah Tuhan ataukah evolusi yang menjadi pemicu munculnya kehidupan.

Blog ini, sistim pendidikan Amerika Serikat dan bahkan politik Amerika sampai tahap tertentu didominasi perdebatan yang beberapa kali menyentuh inti pandangan keduniawian kita dan pemikiran tentang asal-usul kita.

Saya baru saja menemukan penelitian yang dapat membuat ilmuwan pendukung penciptaan Tuhan menjadi mempertimbangkan evolusi. Sebagian dari mereka mempercayai penjelasan kitab Kejadian Injil secara langsung.

Tetapi seorang ilmuwan memutuskan untuk menggunakan ilmu pengetahuan penciptaan (creation science) guna menguji keabsahan evolusi.

Karena, katanya, jika ilmu pengetahuan penciptaan membuktikan evolusi, berarti penelitian yang dilakukan
sebelumnya seharusnya tidak bisa diterima lagi.

Ini adalah pemikiran yang cerdas karena kembali menempatkan bukti, bukannya keyakinan, sebagai inti perdebatan.

Ilmu pengetahuan tidak dapat membuktikan Tuhan tidak ada, atau Tuhan kemungkinan pada suatu waktu memberikan semua hukum dan proses fisika yang diketahui sebagai pembentuk alam semesta dan berbagai hal di dalamnya.

Ilmu pengetahuan tidak dapat mempertanyakan keyakinan karena keyakinan memang tidak memerlukan bukti.


Bukti ilmiah

Kapal Noah
Kapal Noah, lukisan cat minyak Edward Hicks dari tahun 1846

Tetapi ilmu pengetahuan memerlukan bukti dan bukti ini memungkinkan kita menjelaskan tentang bagaimana dunia berputar dengan ketepatan yang semakin tinggi.

Kekuatan pendekatan berdasarkan bukti ini kemungkinan dapat menjelaskan munculnya ilmu pengetahuan penciptaan yang berusaha mencari bukti untuk mendukung penerjemahan langsung buku Kejadian Injil.

Penelitian ini kemudian diterbitkan pada jurnal seperti Journal of Creation dan Creation Research Society Quarterly. Laporan-laporan teknis ini dikutip tulisan penciptaan umum yang jumlah semakin besar. Tulisan ini dipandang bertentangan dan mengecilkan pengajaran evolusi.

Sekarang, lebih dari 20% masyarakat Inggris dan sebagian besar orang Amerika, cenderung atau sama sekali menolak evolusi, demikian hasil survei yang dilakukan jurnal Science.

Jadi sangatlah penting melakukan perdebatan berdasarkan bukti yang ada bukannya keyakinan.

Hal ini membawa kita kembali kepada penggunaan ilmu pengetahuan penciptaan untuk menguji keabsahan evolusi.

Fosil

archaeopteryx
Gambar Archaeopteryx buatan John Sibbick / NHMPL

Ahli biologi Phil Senter dari Fayette State University, North Carolina, AS menerbitkan makalah tentang penggunaan teknik ilmu pengetahuan penciptaan untuk meneliti catatan fosil.

Pada makalah pertama yang diterbitkan di tahun 2010, dia menggunakan teknik pengukuran banyak dimensi klasik (CMDS) untuk mengkaji kemunculan dinosaurus coelurosaurian berdasarkan tahapan geologis.

Makalah panjang dan rinci tersebut diterbitkan pada Journal of Evolutionary Biology.

CMDS berasal dari cabang ilmu pengetahuan penciptaan bernama baraminology yang menggolongkan organisma ke dalam kerangka penciptaan. Binatang digolongkan dalam berbagai jenis atau baramins yang tercipta secara terpisah dan mandiri tetapi kemudian menjadi beragam.

Kucing misalnya adalah satu jenis binatang atau baramin tunggal yang diciptakan satu kali oleh Tuhan yang kemudian menjadi keragaman yang kita lihat sekarang (termasuk singa, harimau, kucing rumahan, dsb).

Ahli baraminologis mengkaji catatan fosil untuk membuktikan kebenaran hal ini. Mereka mengidentifikasi catatan "perbedaan morfologi" (misalnya apakah fosil kucing ditemukan, bukannya binatang mirip kucing). Mereka menggunakan bukti ini untuk mengatakan bahwa jenis binatang ini (kucing) adalah unik dan diciptakan secara tersendiri, berbeda dengan anjing, misalnya.

Peta matematis

kucing
Semua kucing satu jenis? (gambar: Getty images / Gallo images)

CMDS memetakan secara matematis perbedaan morfologi ini. Baraminologis menggunakannya untuk menegaskan terjadinya perbedaan morfologi penting antara paus modern dan yang sudah punah, antara arthropods (serangga dsb) dan annelids (cacing tanah, lintah dsb) mirip ulat, dan antara arthropods dengan moluska.

Mereka mengatakan ini adalah bukti bahwa masing-masing kelompok diciptakan secara mandiri, dan tidak bisa berevolusi menjadi bentuk lainnya.

Dr Senter tidak mempermasalahkan metodologi - seperti ditegaskannya dalam makalah tahun 2010, karena matematika tidak berdasar.

Tetapi dia mengatakan jika CMDS memperlihatkan bahwa dinosaurus memang memperlihatkan bentuk peralihan dan memang secara genetika berhubungan satu sama lain, maka para pendukung penciptaan menghadapi masalah.

Mereka harus mengakui kebenarannya, yang berarti bertentangan dengan pandangan mereka sendiri bahwa kelompok ini muncul tanpa evolusi. Atau mereka harus mencabut pandangan ini, tetapi juga menolak metodologi mereka sendiri, yang digunakan untuk membuktikan keabsahan pernyataan penciptaan mereka.

Kajian Dr Senter pada tahun 2010, tentunya juga menunjukkan bahwa dinosaurus coelurosaurian berkaitan, terutama bahwa tyrannosaurus (nenek moyang T. rex) bergabung dengan dinosaurus lain dari kelompok Compsognathidae.

Hal ini juga mengacu kepada salah satu fosil binatang paling terkenal, Archaeopteryx, yang bentuknya adalah peralihan antara burung dan reptil, yang secara morfologis mirip dengan dinosaurus.

Teknik baraminologi

dino
Ada berapa jenis dinosaurus? (Gambar: De Agostini UK / Natural History Museum London)

Sekarang Dr Senter kembali melakukan hal yang sama.

Dalam sebuah kajian yang diterbitkan minggu ini dalam Journal of Evolution, dia menunjukan bagaimana metode ilmu pengetahuan penciptaan, teknik baraminologi bernama korelasi takson, juga menunjukan keberlangsungan morfologi antar dinosaurus untuk membuktikan bahwa dinosaurus berhubungan secara genetis.

Jika anda membaca ringkasan makalah, terlihat bahwa keragaman morfologis berkelanjutan menyatukan sejumlah kelompok dinosaurus termasuk Saurischia, Theropoda, Sauropodomorpha, Ornithischia dan Thyreophora.

Di dalam kelompok-kelompok ini terdapat dinosaurus yang dikenal banyak orang seperti sauropods besar, theropods mirip burung seperti Velicoraptor di film Jurassic Park dan dinosaurus berpinggul besar seperti Triceratops bertanduk tiga.

Makalah setebal 20 halaman dan kesimpulannya membuat pendukung penciptaan tidak nyaman karena tulisan ini menggunakan bukti sebagai dasar pendekatannya.

Bahkan sebagian dari hasil Dr Senter yang secara sekilas sepertinya mendukung pendukung penciptaan, sebenarnya menciptakan masalah baru.

Masalah baru

Misalnya makalah tersebut memperlihatkan dinosaurus dapat digolongkan dalam delapan jenis atau baramins.

Hal ini membantu para pendukung penciptaan. Kebanyakan ilmuwan penciptaan menjawab pertanyaan bagaimana begitu banyak dinosaurus raksasa dapat menaiki Kapal Noah dengan mengatakan hanya terdapat 50 "jenis" yang berarti hanya 100 binatang yang dibawa Kapal tersebut.

Jika hanya delapan "jenis" yang ada, berarti akan terdapat lebih banyak tempat di Kapal Noah untuk bentuk kehidupan lain yang memerlukan perlindungan.

Tetapi jika hanya delapan "jenis" dinosaurus yang ada, berarti akan lebih banyak macam dinosaurus yang tergolong dalam satu kelompok atau baramin, yang para pendukung penciptaan yakini diciptakan langsung Tuhan. Yang tentunya berarti dalam hanya beberapa ribu tahun setiap "jenis" dinosaurus menghasilkan fosil yang sangat beragam yang kita temukan sekarang.

Ini mirip evolusi, dengan irama yang lebih cepat.

Dr Senter menunjukkan ruang gerak kelompok penciptaan semakin berkurang.

Sejak tahun 1990, Dr Senter mengatakan paling tidak temuan 13 fosil transisi menjembatani perbedaan morfologis antara kelompok dinosaurus yang sebelumnya kelompok penciptaan pandang diciptakan tersendiri.

Perdebatan

Perdebatan sudah pasti akan terus berlanjut.

Penelitian Dr Senter, yang lebih canggih daripada apa yang saya tulis di blog ini, tidak mengomentari pandangan siapapun.

Tetapi hasil pekerjaannya, dan laporan saya, diharapkan akan membawa perdebatan melangkah maju tentang bukti yang telah terkumpul dan apa arti bukti tersebut.

Jadi biarkan saja perdebatan berlangsung terus.

(bbc/bbc)